PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE

PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE


26 Maret 2020, IHSG Catat Rekor Frekuensi Transaksi Tertinggi

Posted: 31 Mar 2020 11:32 PM PDT


PT Bestprofit Futures - Jakarta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 26 Maret 2020 menjadi perdagangan dengan rekor frekuensi transaksi tertinggi yang pernah ada.
"Untuk perdagangan hari ini, tercatat rekor frekuensi transaksi tertinggi, yaitu sebanyak 879.652 kali," ungkap Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo melalui pesan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).
Laksono menambahkan, rekor frekuensi transaksi.
Sebagai informasi, IHSG pada hari ini ditutup menguat dengan naik 422,91 poin atau 10,74 persen ke posisi 4.360,54. Sepanjang perdagangan, IHSG juga terus berada di zona hijau.
Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.370,66 dan terendah 3.935,91.
Sebanyak 300 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 129 saham lainnya melemah, dan 115 saham diam di tempat.

Minggu Ini IHSG Bakal Terus Menguat


PT Bestprofit Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (26/3/2020).
Kepala riset MNC Securities Edwin Sebayang, menyebut bahwa kenaikan IHSG dikarenakan tajamnya penguatan Dow Jones Industrial Average (DJIA) sekitar 2.609 poin atau naik 14,03 persen selama 2 hari kemarin di tengah semakun terus bertambahnya jumlah korban tewas secara global akibat Covid-19.
Per 26 Maret, orang yang tewas secara global mencapai 21.200 orang dan yang terjangkiti mencapai 468.905 orang, di mana penyebaran Covid-19 yang paling cepat dan mengerikan terjadi di Italy yang telah menjangkiti sekitar 74.386 orang, dan telah menewaskan 7.503 orang (sehari korban tewas naik +683 orang).
Kemudian di AS sendiri sudah ada 66.048 orang yang terinfeksi, dengan jumlah yang tewas 944 orang, sementara di Indonesia sudah menjangkiti 790 orang dengan jumlah yang tewas 58 orang, data itu diperoleh dari Worldometers Info.
Lebih lanjut, menurut dia, naiknya harga komoditas seperti Oil naik 3.15 persen,  Nikel naik 3.57 persen, Timah naik 8.16 persen, Gold naik 5.24 persen, Coal naik 6.34 persen dan CPO naik 7.43 persen juga berpotensi menjadi sentimen positif bagi penguatan IHSG Kamis ini.
"Mengetahui IHSG berpeluang menguat, ditengah secara valuasi banyak saham menjadi sudah semakin sangat attractive, kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BUY maka dapat fokus atas saham dari Sektor Logam Emas, Farmasi, Coal, CPO, Pakan Ternak Ayam dan Telco dalam perdagangan Kamis ini," ujar dia dalam tulisannya, Kamis (26/3/2020).
20 negara industri paling besar di dunia kemungkinan akan mengalami resesi tahun ini karena pandemi Covid-19. Diperkirakan bahwa keseluruhan PDB G-20 akan berkontraksi 0,5 persen, dengan ekonomi AS menyusut 2 persen dan zona euro 2,2 persen.
Namun China, meskipun menderita wabah virus corona lebih awal dibandingkan negara lain, aktivitas ekonominya diperkirakan meningkat sebesar 3,3 persen, yang pertumbuhan yang masih jauh di bawah rata-rata selamai ini negara ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Wall Street Kembali Menguat di Tengah Laporan Pengangguran Cetak Rekor

Posted: 31 Mar 2020 11:30 PM PDT

PT Bestprofit Futures - Jakarta Wall Street kembali menguat untuk hari ketiga berturut-turut. Pasar saham menghijau dipicu investor yang mengabaikan laporan tentang jumlah pengangguran yang memecahkan rekor. sementara Senat mengeluarkan RUU stimulus ekonomi besar-besaran di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19.
Melansir laman CNBC, Jumat (27/3/2020), indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.351,62 poin, atau 6,4 persen menjadi 22.552,17. Dow mengakhiri lonjakan tiga hari terbesar sejak 1931. Selama tiga hari terakhir, Dow naik lebih dari 20 persen.
Indeks S&P 500 juga membukukan kemenangan beruntun selama tiga hari, naik 6,2 persen menjadi 2.630,07. Nasdaq Composite naik 5,6 persen menjadi 7.797,54 karena Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Google-parent Alphabet semuanya melonjak lebih dari 4 persen.
Saham Boeing, Chevron, dan Walgreens ikut mendorong kenaikan Dow, dengan masing-masing saham naik lebih dari 10 persen. Utilitas dan real estat adalah sektor berkinerja terbaik pada indeks S&P 500, keduanya ditutup naik lebih dari 7 persen.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran telah melonjak menjadi 3,28 juta pada minggu lalu. Ini merupakan rekor baru. Angka itu melampaui angka saat puncak Resesi Hebat yang mencapai 665.000 dan rekor sepanjang masa pada Oktober 1982 sebanyak 695.000.
Namun, angka itu masih lebih baik daripada perkiraan paling mengerikan di Wall Street. Citi, misalnya, memperkirakan lonjakan pengangguran bisa mencapai 4 juta.
"Kita semua tahu rasa sakit yang dirasakan dan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh virus ini, tetapi karena kita begitu dekat untuk melewati yang terburuk dari penyebaran, kita perlu mulai menjadi kreatif tentang seperti apa memulai," tulis Peter Boockvar, Kepala Investasi di Bleakley Advisory Group.

Stimulus

PT Bestprofit Futures - Senat AS dengan suara bulat menyetujui paket bantuan ekonomi USD 2 triliun dalam upaya meredam pukulan dari wabah coronavirus. RUU stimulus sekarang berada di DPR.
"RUU itu termasuk cek stimulus yang akan dikirim kepada orang-orang dalam waktu tiga minggu," ujar Menteri Keuangan Steven Mnuchin.
Federal Reserve juga telah melangkah untuk menopang perekonomian. Antara lain, bank sentral telah memangkas suku bunga mendekati nol dan mengumumkan program pelonggaran kuantitatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan tidak akan "kehabisan amunisi" untuk menjaga stabilitas ekonomi. "Kami masih memiliki ruang kebijakan di dimensi lain untuk mendukung perekonomian," kata Powell.
Dia mengatakan jika pihaknya mencoba membuat jembatan dari penguatan ekonomi ke tempat lain yang memiliki kekuatan ekonomi.
Keuntungan pada perdagangan Kamis mengikuti kemenangan beruntun selama dua hari pertama sejak Februari, bagi indeks S&P 500 dan Dow.
Keuntungan hari Rabu memperpanjang reli bersejarah yang terjadi pada Selasa, yang membuat Dow mencatat hari perdagangan terbaiknya sejak 1933 dan mencatat kenaikan satu hari terbesar dalam sejarah.
Perdagangan pada Selasa juga menjadi hari terbaik baik indeks S&P 500 sejak 2008. Saham masih memiliki banyak alasan untuk menguat sebelum kembali ke rekor tertinggi.

Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Terbang Lebih dari 300 Poin

Posted: 31 Mar 2020 11:29 PM PDT

PT Bestprofit Futures -Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Jumat akhir pekan ini. Seluruh sektor pembentuk IHSG berada di zona hijau.
Pada pembukaan perdagangan Jumat (27/3/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG naik 311,7 poin atau 7,19 persen ke posisi 4.650,66. Adapun indeks saham LQ45 naik 10,64 persen ke posisi 720,74. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.
Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.652,31 dan terendah 4.338,91.
Sebanyak 168 saham menguat sehingga mendukung IHSG ke zona hijau. Kemudian 27 saham melemah dan 61 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 24.518 kali dengan volume perdagangan 274,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 411,4 miliar.
Investor asing beli bersih saham Rp 2,5 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.205.
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin sektor keuangan yang naik 10,32 persen. Disusul sektor aneka industri yang naik 9,41 persen dan sektor barang konsumsi naik 7,74 persen.
Saham-saham yang menguat dan mendorong IHSG ke zona hijau diantaranya KAEF yang naik 21,54 persen ke Rp 1.580 per lembar saham, INAF menguat 21,36 persen ke Rp 1.330 per lembar saham dan JMAS naik 19,58 persen ke Rp 452 per lembar saham.
Saham yang melemah antara lain ENVY turun 6,94 persen ke Rp 161 per saham, AS

Penutupan Kemarin

PT Bestprofit Futures -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis pekan ini. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terus berada di zona hijau
Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (26/3/2020), IHSG ditutup naik 422,91 poin atau 10,74 persen ke posisi 4.360,54. Sementara itu, indeks saham LQ45 menguat 14,92 persen ke posisi 651,40.
Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.370,66 dan terendah 3.935,91.
Sebanyak 300 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 129 saham melemah dan 115 saham diam di tempat.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 882.280 kali dengan volume perdagangan 11,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,2 triliun.
Investor asing beli saham Rp 653,12 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.306.
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor barang konsumsi yang melesat 13 persen. Kemudian disusul sektor keuangan yang naik 12,96 persen dan sektor infrastruktur yang naik 11,43 persen.

Jumat Ceria, IHSG Ditutup Menguat 206 Poin ke 4.545,57

Posted: 31 Mar 2020 11:27 PM PDT

PT Bestprofit Futures - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat pada perdagangan Jumat akhir pekan ini. Selama sepekan ini, IHSG lebih banyak berada di zona merah.
Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (27/3/2020), IHSG ditutup naik 206,66 poin atau 4,76 persen ke posisi 4.545,57. Sementara itu, indeks saham LQ45 menguat 7,27 persen ke posisi 698,77.
Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.697,66 dan terendah 4.338,91.
Sebanyak 297 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 139 saham melemah dan 121 saham diam di tempat.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 854.067 kali dengan volume perdagangan 9,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,5 triliun.
Investor asing beli saham Rp 91,4 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.140.
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor aneka industri yang melesat 10 persen. Kemudian disusul sektor konstruksi yang naik 7,85 persen dan sektor industri dasar yang naik 6,31 persen.
Saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain LPIN yang naik 34,78 persen ke Rp per 186 saham, RIGS naik 34,57 persen ke Rp 218 per saham dan KMTR naik 32,22 persen ke Rp 238 per saham.
Sementara saham-saham yang melemah diantaranya BAYU yang turun 6,98 persen ke Rp 1.000 per lembar saham, ENVY melemah 6,94 persen ke Rp 161 per lembar saham dan MREI turun 6,92 persen ke Rp 4980 per lembar saham

Pergerakan Hari Ini

PT Bestprofit Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Jumat akhir pekan ini. Seluruh sektor pembentuk IHSG berada di zona hijau.
Pada pembukaan perdagangan Jumat (27/3/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG naik 311,7 poin atau 7,19 persen ke posisi 4.650,66. Adapun indeks saham LQ45 naik 10,64 persen ke posisi 720,74. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.
Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.652,31 dan terendah 4.338,91.
Sebanyak 168 saham menguat sehingga mendukung IHSG ke zona hijau. Kemudian 27 saham melemah dan 61 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 24.518 kali dengan volume perdagangan 274,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 411,4 miliar.
Investor asing beli bersih saham Rp 2,5 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.205.
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin sektor keuangan yang naik 10,32 persen. Disusul sektor aneka industri yang naik 9,41 persen dan sektor barang konsumsi naik 7,74 persen.

Pergerakan Saham

PT Bestprofit Futures - Saham-saham yang menguat dan mendorong IHSG ke zona hijau diantaranya KAEF yang naik 21,54 persen ke Rp 1.580 per lembar saham, INAF menguat 21,36 persen ke Rp 1.330 per lembar saham dan JMAS naik 19,58 persen ke Rp 452 per lembar saham.
Saham yang melemah antara lain ENVY turun 6,94 persen ke Rp 161 per saham, ASBI turun 6,93 persen ke Rp 270 per saham dan WOOD turun 6,87 persen ke Rp 244 per saham.  

Investor Terus Pantau Kondisi Ekonomi Terimbas Corona Bawa Bursa Asia Jatuh

Posted: 31 Mar 2020 11:25 PM PDT

PT Bestprofit Futures - Jakarta Pasar saham di Asia berguguran pada awal pekan, karena investor yang terus memantau kondisi perekonomian global dari dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang menyebar dengan cepat.
Melansir laman CNBC, Senin (30/3/2020), di Jepang, Nikkei 225 turun 2,98 persen sementara indeks Topix turun 3,2 persen. Di Korea Selatan, Kospi merosot 2,59 persen.
Sementara itu, pasar saham di Australia naik lebih tinggi, di mana indeks S&P/ASX 200 menguat 0,8 persen. Usai pasar saham turun lebih dari 5 persen pada hari Jumat.
Investor terus memantau perkembangan wabah Virus Corona, yang telah menginfeksi lebih dari 691.000 di seluruh dunia dan merenggut setidaknya 32.000 nyawa, menurut data terbaru yang dikumpulkan Universitas John Hopkins.
Pasar saham telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir, melihat gerakan tajam di kedua arah karena otoritas di seluruh dunia mengumumkan sejumlah besar stimulus untuk membendung dampak ekonomi dari virus.
"Pertanyaan besar bagi pasar adalah apakah stimulus besar yang diperkenalkan sejauh ini di seluruh dunia akan cukup untuk membantu ekonomi global menahan goncangan ekonomi dari langkah-langkah penahanan Covid-19," tulis Rodrigo Catril, Ahli Strategi Mata Uang di National Australia Bank, dalam sebuah catatan.
"Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengetahui besarnya tindakan penahanan dan untuk berapa lama ini akan dilaksanakan," lanjut Catril.
Sementara harga minyak anjlok, dengan patokan internasional minyak mentah Brent berjangka turun 5,74 persen menjadi USD 23,50 per barel. Sementara minyak mentah AS turun 4,97 persen menjadi USD 20,44 per barel.

Menunggu Stimulus G20, Potensi Kenaikan Harga Emas Masih Terbuka Lebar

PT Bestprofit Futures - Sebagian besar responden dalam survei yang dilakukan oleh Kitco yakin bahwa harga emas akan melambung tinggi pada pekan ini. Kenaikan harga emas masih terdampak stimulis moneter dan fiskal AS pada minggu lalu.
Dikutip dari Kitco, Senin (30/3/2020), harga emas berjangka untuk pengiriman April berada di angka USD 1.618,10 per ounce pada perdagangan Jumat lalu. Angka ini naik 9 persen selama sepekan, yang merupakan kenaikan terbaik sejak 2008.
kenaikan harga emas ini terjadi usai Bank Sentral Amerika Serikat (AS) mengumumkan kebijakan quantitative easing. Langkah ini untuk menopang pertumbuhan ekonomi di tengah wabah Corona. Selain itu, Senat AS juga menyetujui paket stimulus fiskal yang diajukan oleh pemerintahan Donald Trump.
Sebanyak 14 analis Wall Street mengambil bagian dalam survei Kitco. Terdapat 10 suara, atau 71 persen yang yakin bahwa harga emas akan naik pada pekan ini. Satu responden atau 7 persen menyebutkan bahwa harga emas bakal bearish. Sementara tiga analis atau 21 persen netral atau menyerukan harga emas bakal sideways.
Sementara itu, 1.595 suara pelaku pasar diberikan dalam jajak pendapat Kitco. Sebanyak 1.138 pemilih atau 71 persen menyatakan harga emas akan naik di minggu ini. Sebanyak 244 lainnya atau 15 persen mengatakan harga emas lebih rendah. Sementara 213 pelaku pasar atau 13 persen menyatakan netral.

Ikuti Gerak Saham di Asia, IHSG Dibuka Anjlok 166,44 Poin

Posted: 31 Mar 2020 11:23 PM PDT

PT Bestprofit Futures - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan awal pekan ini. Seluruh sektor pembentuk IHSG berada di zona merah.
Pada pembukaan perdagangan Senin (30/3/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG turun 166,44 poin atau 3,66 persen ke posisi 4.374,45. Adapun indeks saham LQ45 turun 5,54 persen ke posisi 660,08. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.
Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.545,36 dan terendah 4.347,38.
Sebanyak 180 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. Kemudian 24 saham menguat dan 72 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 23.704 kali dengan volume perdagangan 240 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 329,9 miliar.
Investor asing jual bersih saham Rp 18,54 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.140.
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin sektor barang konsumsi yang anjlok 5,85 persen. Disusul sektor manufaktur yang turun 5,70 persen dan sektor industri dasar turun 5,60 persen.
Saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah antara lain TAMU turun 7 persen ke Rp 186 per saham, BAYU turun 7 persen ke Rp 930 per saham dan KBLIturun 6,99 persen ke Rp 346 per saham.
Saham-saham yang menguat diantaranya GOLD yang naik 22,5 persen ke Rp 196 per lembar saham, BTON melemah 18,18 persen ke Rp 130 per lembar saham dan UNIT naik 17,81 persen ke Rp 172 per lembar saham.

Pasar Saham di Asia

PT Bestprofit Futures - Pasar saham di Asia berguguran pada awal pekan, karena investor yang terus memantau kondisi perekonomian global dari dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang menyebar dengan cepat.
Melansir laman CNBC, Senin (30/3/2020), di Jepang, Nikkei 225 turun 2,98 persen sementara indeks Topix turun 3,2 persen. Di Korea Selatan, Kospi merosot 2,59 persen.
Sementara itu, pasar saham di Australia naik lebih tinggi, di mana indeks S&P/ASX 200 menguat 0,8 persen. Usai pasar saham turun lebih dari 5 persen pada hari Jumat. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,14 persen lebih rendah.
Investor terus memantau perkembangan wabah Virus Corona, yang telah menginfeksi lebih dari 691.000 di seluruh dunia dan merenggut setidaknya 32.000 nyawa, menurut data terbaru yang dikumpulkan Universitas John Hopkins.
Pasar saham telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir, melihat gerakan tajam di kedua arah karena otoritas di seluruh dunia mengumumkan sejumlah besar stimulus untuk membendung dampak ekonomi dari virus.
"Pertanyaan besar bagi pasar adalah apakah stimulus besar yang diperkenalkan sejauh ini di seluruh dunia akan cukup untuk membantu ekonomi global menahan goncangan ekonomi dari langkah-langkah penahanan Covid-19," tulis Rodrigo Catril, Ahli Strategi Mata Uang di National Australia Bank, dalam sebuah catatan.
"Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengetahui besarnya tindakan penahanan dan untuk berapa lama ini akan dilaksanakan," lanjut Catril.
Sementara harga minyak anjlok, dengan patokan internasional minyak mentah Brent berjangka turun 5,74 persen menjadi USD 23,50 per barel. Sementara minyak mentah AS turun 4,97 persen menjadi USD 20,44 per barel.

IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Kembali Setop Perdagangan Sementara

Posted: 31 Mar 2020 11:21 PM PDT

PT Bestprofit Futures - Jakarta Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan sementara pada Senin, 30 Maret 2020, pada pukul 10:20:48 waktu JATS. Penghentian sementara dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 5 persen.
Hal tersebut dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024 / BEI / 03-2020 tanggal 10 Maret 2020 tentang Perubahan Pedoman Kelanjutan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
Perdagangan hari ini akan dilanjutkan pada pukul 10:50:48 waktu JATS dan akan berlanjut secara normal tanpa ada perubahan pada jadwal perdagangan.
Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi menyebutkan bahwa langkah perusahaan menerapkan kebijakan trading halt bukanlah suatu bentuk prokol krisis.
Trading Halt bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi investor lebih berfikir rasional, di tengah kondisi pasar saham Indonesia yang tergerus sampai 5 persen, pada Jumat (13/3/2020).
"Kita bukan ngomongin protokol krisis tapi ada hitungannya secara global. Kita ingin investor rasional jangan ikutan panik, kalau semua panik repot," tegas dia di Kantornya, Jakarta, Jumat (13/3/2002).
Menurut dia, kebijkan ini lebih tepat disebut auto reject, di mana telah memperhatikan grafik angka penurunan nilai saham melalui proses evaluasi dalam kurun waktu yang telah diterapkan sesuai prosedur yang berlaku di pasar saham.
Inarno mengaku, sebelum memberlakukan kebijakan trading halt, BEI terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan OJK selaku regulator yang ikut mengawasi seluruh aktivitas di pasar saham tanah air.
"Pemberlakuannya juga tidak menggangu saat perdagangan berlangsung. Itu kita lakukan di waktu-waktu yang tepat menghentikannya," imbuh Inarno.
Trading halt termasuk kebijakan bersifat situasional, yang terpaksa diberlakukan untuk mengantisipasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terkoreksi semakin dalam. "Kalau situasi (pasar saham) sudah normal, kita balikin lagi," pangkas Inarno.

IHSG Tumbang, Jokowi Sebut Corona Turut Guncang Pasar Keuangan Global

PT Bestprofit Futures - Sudah ada 117 negara yang terpapar virus corona (COFID-19) hal tersebut juga turut menyebabkan beberapa negara lock down serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia anjlok. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim bukan hanya Indonesia melainkan pasar keuangan global pun ikut mengalami kegoncangan.
"Sekarang ini pasar keuangan di seluruh dunia mengalami kegoncangan, kepanikan," kata Jokowi di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang-Banten, Jumat (13/3).
Dia menjelaskan pemerintah tidak bisa melawan kepanikan tersebut. Tetapi pemerintah dan otoritas keuangan akan selalu memantau serta membuat kebijakan yang cepat.
"OJK sudah memberikan relaksasi dan kelonggaran, policynya cepat, BI juga berikan relaksasi dan kelongggaran, pemerintah memberikan relaksasi dan kelonggaran pajak dan memberikan insentif-insentif," ungkap Jokowi.
Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi I perdagangan, turun 245,77 poin atau 5,02 persen ke 4.649,96. Penurunan itu membuat trading halt atau pemberhentian sementara perdagangan.
Dari 428 saham yang diperdagangkan, 33 di antaranya menguat, 333 melemah dan 62 stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat 114.475 kali dengan nilai transaksi Rp2,29 triliun dan 2,95 miliar lembar saham diperjualbelikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE

PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE