Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Sebagian Besar Sektor Melemah, IHSG Ditutup Turun ke 6.315,43

Gambar
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2).  PT Bestprofit Futures  -  Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) memerah pada penutupan perdagangan saham Jumat ini. Posisi Dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.155. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (21/6/2019), IHSG merosot 20,26 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.315,43. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,39 persen ke posisi 1.005,07. Sebagian besar indeks saham acuan memerah. Sebanyak 165 saham menguat namun tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Kemudian 246 saham melemah dan 119 saham diam di tempat. Pada hari ini,  IHSG  sempat berada di level tertinggi 6.352,52 dan terendah 6.269,69. Total frekuensi perdagangan saham 466.105 kali dengan volume perdagangan saham 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,6 triliun. PT Bestprofit Futures  -  Investor asing beli saham Rp 193 miliar di total pasar. Posisi Dola...

BI Masih Bakal Tahan Suku Bunga Acuan

Gambar
Ilustrasi Foto Suku Bunga (iStockphoto) PT Bestprofit Futures  -  Bank Indonesia  (BI) diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 day reverse repo rate di posisi 6 persen. BI menggelar pertemuan dua hari pada 19-20 Juni 2019. Head of Sales and Distribution PT Ashmore Asset Management Indonesia, Steven Satya Yudha menuturkan, BI masih tahan  suku bunga acuan . BI diperkirakan pertahankan suku bunga acuan ini untuk mempertahankan stabilitas rupiah. Selain itu,  bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve juga tetap pertahankan suku bunga acuannya. Steven menuturkan, the Federal Reserve juga baru membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan meski dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, Steven melihat arah kebijakan Bank Indonesia (BI) akan serupa dengan the Federal Reserve untuk membuka peluang menurunkan suku bunga pada 2019. "Namun perspektif BI kami lihat adalah stabilitas rupiah. Sehingga y...

Euforia The Fed Pangkas Suku Bunga Angkat Wall Street

Gambar
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto) PT Bestprofit Futures  -  Wall Street  menguat dengan indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi, terangkat ekspektasi Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunganya pada bulan depan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi melemah imbas dari perang dagang Amerika Serikat (AS)-China. Melansir laman  Reuters,  indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,94 persen menjadi 26.753,17 poin, sementara S&P 500 naik 0,95 persen menjadi 2.954,18. Serta, Nasdaq Composite menambahkan 0,8 persen menjadi 8.051,34. Adapun indeks acuan S&P 500, yang telah naik sekitar 7 persen sejauh ini pada bulan Juni, ditutup di atas rekor tertinggi sebelumnya pada 3 Mei. Sebanyak 11 indeks sektor S&P 500 mencatat kenaikan setelah Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga tidak berubah pada akhir pertemuan yang berlangsung selama dua hari pada hari Rabu. Bank Sentral juga berjanji u...

Wall Street Menguat Usai The Fed Beri Pertahankan Suku Bunga

Gambar
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto) PT Bestprofit Futures  -  Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau  wall street  menguat dengan indeks saham S&P 500 mencatatkan posisi tertinggi. Penguatan wall street terjadi usai bank sentral AS atau  the Federal Reserve  memberi sinyal pangkas suku bunga pada 2019. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones menguat 0,15 persen ke posisi 26.50427. Indeks saham S&P 500 menanjak 030 persen ke posisi 2.926,44. Indeks saham Nasdaq bertambah 0,42 persen ke posisi 7.987,32. The Federal Reserve menyatakan "akan bertindak sesuai untuk mempertahankan" ekspansi ekonomi. Bank sentral AS itu mengisyaratkan penurunan suku bunga sebanyak dua kali selama sisa tahun berjalan 2019. PT Bestprofit Futures  -  Dalam pernyataan setelah pertemuan kebijakan dua hari, the Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil seperti yang diharapkan. Akan tetapi, m...