PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE

PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE


Menteri Teten: UMKM Jadi Penyangga Ekonomi di Tengah Terjangan Virus Corona

Posted: 04 Mar 2020 07:49 PM PST


PT Bestprofit Futures - Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan bahwa dengan meluasnya wabah virus Corona telah memukul perekonomian global. Dalam situasi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kekuatan penyangga ekonomi nasional.
Teten menjelaskan, dalam situasi ekonomi yang sedang terpukul, UMKM tampil sebagai tulang punggung dan menjadi andalan untuk menggerakkan ekonomi domestik.
"Kalau usaha-usaha besar pasti menunggu situasi membaik untuk pengembangan bisnis dan investasinya, beda dengan UMKM, usahanya harus tetap jalan, untung dikit nggak apa-apa. UMKM memang paling dinamis," kata Teten dikutip pada Kamis (4/2/2020).
Ia menegaskan dalam situasi krisis, UMKM menjadi andalan dalam penyerapan tenaga kerja, dengan mensubstitusi produk-produk konsumsi atau setengah jadi. Saat ini merupakan peluang atau menjadi momentum agar masyarakat membeli dan mengonsumsi produk UMKM.
Masyarakat diminta tidak perlu panik kekurangan barang konsumsi, UMKM mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, yang penting adalah daya beli masyarakat terjaga dan kegiatan UMKM terus menggeliat.

Usaha Mikro Jadi Tumpuan


PT Bestprofit Futures - Teten menyampaikan UMKM, khususnya usaha mikro adalah bagian dari kegiatan ekonomi sehari-hari masyarakat yang berjalan untuk menunjang kehidupannya. Saat ini jumlah usaha mikro ini mendominasi skala usaha di Indonesia yang jumlahnya mencapai 63juta unit, sedangkan usaha kecil mencapai 783ribu unit.
Karena itu, pemerintah akan terus memastikan usaha mikro dan kecil tetap berjalan dan semakin kuat dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu sekalipun. Dengan mendukung UMKM agar dapat menjadi penggerak ekonomi, pemerintah sudah merencakan akan mengeluarkan stimulus bagi UMKM.
"Dengan adanya stimulus diharapkan mendorong pertumbuhan UMKM yang berdaya saing, dan memberi kontribusi yang makin besar bagi perekonomian nasional," pungkasnya.

Pemerintah akan Cabut Kebijakan Bebas Visa untuk Jepang, Korea, Italia, dan Iran

Posted: 04 Mar 2020 07:58 PM PST

PT Bestprofit Futures - Jakarta - Pemerintah Jokowi-Ma'ruf berencana untuk menerapkan visa sementara bagi Warga Negara Asing (WNA) yang berkunjung ke Indonesia. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap penyebaran virus Corona.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, saat ini beberapa negara mendapat perlakuan khusus untuk masuk Indonesia yaitu dengan bebas visa. Ke depan, pemerintah berencana untuk penerapan visa sementara. Penerapan ini ini untuk beberapa negara seperti Jepang, Korea, Italia, dan Iran.
"Nanti yang masuk ke Indonesia, nanti mesti pakai visa, kan hari ini bebas visa. Sementara ini, sebulan dua bulan, bukan disetop, sementara," kata kata Erick di Jakarta, seperti ditulis Kamis (5/3/2020).
Erick mengatakan, dengan penerapan visa ini secara tidak langsung sekaligus mengecek kondisi warga asing yang bertolak ke Indonesia.
"Supaya apa, sebelum masuk di Indonesia dicek kesehatannya. Kalau yang sehat masuk, nggak masalah. Bukan disetop," ujarnya

Usul DPR

PT Bestprofit Futures - Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR Charles Honoris menyarankan pemerintah mencabut kebijakan bebas visa bagi warga negara China yang ingin melakukan perjalanan ke Indonesia. Langkah ini demi mencegah masuknya virus corona ke Indonesia.
Apalagi, China juga sudah melarang agen perjalanan mereka untuk memberangkatkan warganya ke luar negeri, termasuk Indonesia.
"Upaya untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia harus dilakukan secara sistematis, tidak sekadar memperketat pintu masuk bandara dan pelabuhan atau menerbitkan 'travel advice' bagi WNI. Tetapi juga memberlakukan kembali visa kepada WN China yang ingin melakukan perjalanan ke Indonesia," kata Charles dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.
Dengan pemberlakuan kembali visa kunjungan WN China setelah dibebaskan pada 2015, kata dia, Pemerintah bisa memperketat masuknya warga dari wilayah terdampak virus corona di China seperti Wuhan secara lebih intensif.
"Tidak sekadar mengandalkan thermo scanner di bandara atau pelabuhan," ujar Charles.

Kementerian PUPR Bangun 193 Rumah bagi Korban Kerusuhan Wamena

Posted: 04 Mar 2020 07:51 PM PST

PT Bestprofit Futures - Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan rumah khusus (Rusus) bagi masyarakat korban kerusuhan di Wamena, Papua yang terjadi pada 23 September 2019. Total ada 193 unit rusus yang dibangun bagi masyarakat terdampak.
"Rumah khusus adalah program Kementerian PUPR yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan khusus, seperti nelayan, guru, tenaga medis, TNI/Polri, petugas di daerah perbatasan dan pulau terpencil, dan termasuk pemukiman kembali pengungsi korban bencana alam atau sosial," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono lewat keterangan tertulis, Kamis (5/3/2020).
Adapun pembangunan rumah khusus tersebut dilakukan melalui kerjasama swakelola antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR dengan pihak ZENI TNI AD.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang sempat meninjau langsung progres rehabilitasi pasca kerusuhan Wamena, mengapresiasi pembangunan kembali sejumlah infrastruktur yang rusak, termasuk rekonstruksi rumah warga.
"Pembangunan rumah khusus sebanyak 193 unit yang dibantu ZENI TNI AD ini terbilang cepat," ujar Bambang.

Dibangun Sejak Desember 2019

PT Bestprofit Futures - Sebanyak 193 Unit Rusus tipe 36 yang dibangun tersebut berada di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan tersebar di seluruh distrik. Dari total pembangunan rusus yang sudah dilaksanakan sejak Desember 2019, sebanyak 20 unit sudah selesai dibangun dengan unit yang sudah dihuni sebanyak 10 rumah. Sedangkan 173 rumah akan dilakukan pada tahap kedua.
Nilai kontrak untuk pembangunan 20 unit rumah khusus mencapai Rp 12,69 miliar. Pelaksanaan pembangunan dilakukan selama dua bulan dengan lokasi yang tersebar di lima wilayah, yakni sebanyak 6 unit di Distrik Wouman, 6 unit di Distrik Pikhe, 1 unit di Jalan Thamrin Kota Wamena, 1 unit di Jalan Hom Hom Kota Wamena, dan 3 unit di Kota Wamena.
Selanjutnya pada tahap kedua, sebanyak 173 rumah ditarget akan rampung seluruhnya sekitar Juni 2020. Pembangunan rusus didasarkan atas pengajuan dari warga yang ingin rumahnya dibangun, dan memastikan rumah tersebut akan dihuni kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE

PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE