PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE

PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE


Swasta Belum Minat Ikut Program KPBU Proyek Perumahan

Posted: 26 Dec 2019 06:14 PM PST

PT Bestprofit Futures - Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berinisiatif mengajak pihak swasta untuk ikut dalam program pembangunan perumahan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Direktur Jenderal Pembiayaan lnfrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, hingga saat ini belum ada swasta yang menyampaikan ketertarikan untuk ikut serta dalam program KPBU penyediaan perumahan ini.
"Terus terang saja sampai dengan saat ini kita belum dapat minat dari pihak swasta, apakah tu dari developer apakah investor perumahan," kata Eko di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (26/12/2019).
Dia meneruskan, saat ini sebenarnya suda ada satu proyek KPBU penyediaan perumahan yang tengah berjalan. Namun itu diinisiasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bandung yang lahan tanahnya juga dimiliki pemerintah setempat.
Sebelumnya, Kementerian PUPR juga sempat berinisiatif menggalang kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan yang kini bernama BP Jamsostek dalam program pembangunan rumah untuk buruh. Potensi dana yang akan disediakan BP Jamsostek untuk program ini mencapai sekitar Rp 100 triliun.
PT Bestprofit Futures - Eko menyatakan, pemerintah kini tengah membicarakan potensi pendanaan yang sangat besar tersebut dengan pihak BP Jamsostek.
"Sebagaimana saat ini saya kemukakan bahwa di tahun 2019-2024 ini (KPBU di bidang perumahan) akan menjadi program baru bagi pemerintah. Jadi kami akan insisasikan kembali, hidupkan kembali yang tempo hari yang sudah dirintis (kerjasama pendanaan dengan BP Jamsostek)," tuturnya.
Terkait pemakaian dana tersebut, ia mengemukakan, hal itu jadi wewenang BP Jamsostek selaku pemilik uang.
"Itu kan posisi keuangan mereka (BP Jamsostek). Tapi kita harus bicarakan apakah harus sebesar itu, semuanya atau tidak itu yang tengah kita bicarakan," ujar Eko.ahu
Dia pun berharap, kerjasama pendanaan untuk pembiayaan perumahan dengan BP Jamsostek bisa terlaksana tahun depan. "Kami berharap, itu salah satu sumber (pendanaan)," tandasnya.

Jepang Minat Bangun Perumahan Khusus Milenial di Indonesia

PT Bestprofit Futures - Perusahaan asal Jepang berminat untuk memodali pembangunan perumahan khusus milenial di Indonesia. Kerjasama rencananya dengan menggandeng PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.
Direktur Finance, Planning and Treasury BTN, Nixon tL. P. Napitupulu mengungkapkan, jika dalam waktu dekat perusahaan asal Negeri Sakura tersebut akan menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait wacana tersebut.
"Mungkin mereka akan ketemu Presiden dalam waktu dekat," kata dia, di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).
Dia mengaku juga telah melakukan kunjungan ke Jepang untuk menjajaki kerja sama tersebut.  Adapun pendanaan yang ingin diberikan untuk perumahan berkonsep smart city yang terintegrasi dengan transportasi umum.
PT Bestprofit Futures - "Dan mungkin yang didorong adalah lebih ke milenial, 25-35 tahun, in the rural. Jadi mereka inginnya di rural area ya. Jadi lebih ke arah kota Jakarta, Surabaya, Bandung," ujarnya.
Spesifikasi harga rumah ini nantinya di atas FLPP sedikit. Dengan besaran Rp 200 juta-Rp 500 juta. Lokasinya akan lebih mendekati perkotaan dengan konsep hunian vertikal.
"Mudah-mudahan ini bisa jadi kenyataan, baru penjajakan, sudah tandatangan non disclosure agreement. Jadi kesepakatan untuk menjaga kerahasiaan data antar institusi. Diharapkan bisa MoU di bulan Desember," ujarnya.
Kendati demikian, dia mengaku belum bisa mengungkap nama calon pemberi modal tersebut. Hanya saja dia memberi bocoran perusahaan tersebut juga merupakan salah satu pemodal dalam proyek pembangunan MRT Jakarta.
"Tapi kurang lebih institusinya juga itu memberikan pinjaman di MRT," tutup dia.

Menkop Tak Masalah Merek Indonesia Diubah di Negara Lain

Posted: 26 Dec 2019 07:13 PM PST

PT Bestprofit Futures - Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan tidak mempersalahkan apabila ada produk merek Indonesia dirubah menjadi merek dari negara yang diekspor.
"Hal seperti ini bisa saja karena untuk masuk ke pasar Amerika itu lapisannya berlapis-lapis. Perusahaan besar pun mereka enggak punya brand malah mereka menggunakan distributor, di sana gak jadi soal. Saya kira masih tetap dalam hitungannya," kata Teten, dalam acara Ngobrol Santai SMESCO dengan tema The Future of Indonesia SME, di SMESCO Tower, Jakarta, Kamis (26/12/2019).
Dia mencontohkan salah satunya, seperti kebun nanas yang di Lampung. Ada perusahaan asing yang memproduksi produknya di Indonesia, namun tidak menggunakan nama Indonesia dalam produknya. Tapi mereka menggunakan nama brand-nya sendiri.
Menurutnya meskipun Indonesia banyak melakukan ekspor ke luar negeri, tapi negara tujuan tidak menggunakan atau mengikutsertakan nama Indonesia, tidak akan mengurangi nilai produk tersebut.
Selain itu, Teten juga berkomentar terkait penurunan bea masuk impor e-commerce yang diturunkan dari USD 75 menjadi USD 3.
"Tentu itu penurunan deminimis dari 75 dolar ke 3 dolar ini pasti akan memberikan keuntungan pada produk-produk UMKM, terutama yang jual lewat e-commerce kan selama ini produk impor yg masuk masuk ke kita kan menjadi sangat murah dengan deminimis yang 75 dolar. Jadi, ini termasuk usulan dari kementerian perekonomian dan usulan kita juga supaya ada produk UMKM kita bisa bersaing," pungkasnya.

Menteri Teten Ingin Ekspor UMKM Naik 30 Persen di 2024

PT Bestprofit Futures - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki baru saja melantik Dirut SMESCO Indonesia LLP (Lembaga Layanan Pemasaran ) KUMKM Leonard Theosubrata.
Misi Leonard, dikatakan Teten, harus mampu meningkatkan kualitas UMKM di Indonesia, mulai dari produksi hingga ke pemasaran. Pasar luar negeri menjadi satu target yang harus ditingkatkan.
Menteri Teten pun terus mendorong untuk pencapaian UMKM naik kelas secara nyata. Pemerintah menargetkan nilai ekspor produk UKM, yang hari ini hanya 14,5 persen meningkat menjadi 30 persen pada tahun 2024.
"Angka harapan ini terbilang cukup fantastis, tetapi kami optimis," ujar Teten dalam pelantikan Leonard di Gedung SMESCO, Jakarta, Kamis (26/12/2019).
Sepanjang pemerintah, pelaku usaha, akademisi, forum komunitas dan asosiasi profesi, institusi pembiayaan, pemasar, avalis dan offtaker, juga media terus bergerak bersama. Bila semua pihak merapatkan barisan, mengorkestrasi program, dan semua mengambil peran aktif, cita-cita besar ini kata Teten bisa tercapai.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini berharap SMESCO bisa jadi Center of Excellence dan Commercial Hub dari UKM Champion Indonesia. Dia juga ingin SMESCO lebih ramai pengunjungnya dan memfasilitasi para pelaku UKM.
"SMESCO pun dapat menjadi simbol kerja sama lintas stakeholder dari UKM Indonesia sampai mengantarkannya ke pasar global dan memenangkannya," tutupnya.

Menteri Teten Bakal Permudah Izin Pelaku UMKM

Posted: 26 Dec 2019 07:15 PM PST

PT Bestprofit Futures - Jakarta - Lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan melalui Sistem Elektronik membuat para pelaku usaha yang menjual produk lewat e-commerce harus mengantongi izin. Aturan ini dianggap merugikan para pelaku UMKM karena prosesnya yang tidak sederhana.
Melihat ini, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap izin usaha untuk UMKM semakin mudah. Pasalnya, e-commerce jadi jalan pintas pelaku UMKM bertemu target pembeli. Langkah ini pun sudah dikoordinasikan kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet.
"Intinya sudah dibahas didalam rapat kabinet, saya pikir tidak akan jadi masalah," kata Teten di Gedung SMESCO Jakarta Selatan, Kamis (26/12).
Namun, yang terpenting saat ini kata dia menyiapkan masa depan UKM yang didesain secara bisnis. Sehingga bukan lagi dari sektor informal.
Membiasakan mereka menggunakan pembiayaan lewat perbankan misalnya. Lalu mengumpulkan para pelaku usaha UMKM untuk membuat badan usaha dan koperasi.
Teten mengeluhkan pendirian koperasi hari ini sangat sulit. Sebaliknya pendirian perusahaan dalam bentuk PT lebih mudah. Padahal koperasi lebih cocok dan berpihak bagi para pelaku usaha kecil dan mikro.
Dalam hal ini, Teten akan bekerja sama dengan perusahaan e-commerce terkait data pelaku UMKM. Dia menyebut para e-commerce sebenarnya lebih tahu dan memiliki cara tersendiri agar tidak terganggu dengan aturan tersebut.
"Sebenarnya mereka lebih tahu supaya tidak terganggu dengan PP itu kita bisa urus semua," katanya mengakhiri. 

Dorong UMKM untuk Go Digital Rambah Pasar Internasional

PT Bestprofit Futures - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk go digital. Menurutnya di era modern ini go digital diperlukan untuk mengembangkan UMKM sehingga mampu memperluas akses pasar global.
"Akses pasarnya harus diperluas, bukan hanya akses pasar di dalam negeri tapi luar negeri. Oleh karena itu, digitalisasi UMKM untuk masuk ke marketplace online menjadi penting sekarang," ujar Teten, saat ditemui dalam kegiatan UMKM Export BRILian Preneur 2019, di Assembly Hall JCC, Jakart, Jumat (20/12/2019).
Menurutnya, UMKM yang naik kelas adalah yang memiliki kualitas yang berkelas juga, tinggal memperbesar produksinya.
Di tahun depan, ia berencana UMKM yang sudah punya produk unggulan akan mendapatkan prioritas pembiayaan unggulan.
"supaya mereka skala ekonominya menjadi besar, dan dari segi jumlahnya kan capai Rp 109 triliun tahun depan," jelasnya.
Nantinya, ia akan mendorong produk-produk unggulan berdasarkan sentra-sentra daerah.Unggul yang dimaksudkan adalah ada pasar  baik di dalam negeri maupun luar negeri.
"Jadi kita akan fokus mendorong di UMKM itu. Jadi UMKM itu bukan hanya kripik, akik, batik, begitu. Tapi juga masuk ke komoditi unggulan lainnya," jelasnya. 

150 UMKM Binaan BRI Unjuk Gigi di Depan Pembeli dari Mancanegara

PT Bestprofit Futures - Sebelumnya, PT BRI (Persero) Tbk resmi menggelar "UMKM Export BRILian Preneur 2019". Acara ini diselenggarakan selama tiga hari, yakni pada tanggal 20-22 Desember 2019 di Assembly Hall JCC, Jakarta. Gelaran ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat ini.
Direktur utama BRI Sunarso mengatakan, BRI telah menyalurkan pembiayaan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp 701 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada 5,5 juta nasabah. Dari total tersebut, terdapat 1,2 juta nasabah yang naik kelas.
"Kami membina melalui inkubator bisnis agar UMKM naik kelas. Kami juga aktif dalam membangun kemitraan dengan para UMKM tersebut," kata Sunarso.
Kegiatan yang diadakan selama tiga hari ini mencakup coaching clinic. Salah satu tema dalam coaching clinic tersebut adalah bagaimana untuk mendapatkan sertifikasi produk halal.
Selain itu juga diadakan talkshow dan business matching.
"Gelaran akbar ini diikuti oleh tak kurang 150 UMKM binaan BRI dan Rumah Kreatif BUMN (RKB) serta puluhan pembeli potensial dari mancanegara, seperti dari Amerika Selatan, Eropa, Asia, dan Australia," jelasnya.
Sunarso mengungkapkan, tujuan acara ini bukan hanya UMKM naik kelas tapi juga meningkatkan daya saing secara global dan membuka peluang ekspor.
"Kami berharap BRI makin bisa memfasilitasi UMKM berkelanjutan dengan meningkatkan penyempurnaan," kata dia.

Komentar