PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE

PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE


Sri Mulyani Tegaskan Pemerintah Belum Berencana Potong Angka Nol di Rupiah

Posted: 29 Oct 2019 09:46 PM PDT

PT Bestprofit Futures - Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah belum berencana melakukan redominasi Rupiah. Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil melalui pengurangan angka nol, tanpa mengubah nilai tukarnya.
"Kita belum membahasnya dengan Bank Indonesia (BI) maupun dengan kabinet atau bapak presiden," ujar Sri Mulyani usai Upacara Peringatan Hari Oeang di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Sri mulyani melanjutkan, Rupiah sudah 73 tahun menjadi mata uang yang sah di Indonesia. Rupiah turut menjadi bukti kemerdekaan Indonesia.
"73 tahun semenjak uang republik Indonesia pertama kali diterbitkan ini menandakan suatu masa di mana semuanya melihat perjuangan yang luar biasa mulai dari kita mendeklarasikan kemerdekaan, kedaulatan dengan diterbitkan uang Republik Indonesia," jelas dia.
Tugas Indonesia pada 73 tahun lalu adalah memiliki mata uang sendiri yang diakui dari Sabang sampai Merauke.
PT Bestprofit Futures - Kini, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, Indonesia harus mampu menciptakan ekonomi yang lebih baik.
"Pada hari ini tantangan pasti berbeda pada saat 73 tahun lalu kita berjuang untuk mengambil alih uang yang diedarkan oleh bekas penjajah kita Jepang maupun De Javasche Bank yaitu dari Belanda menjadi uang republik Indonesia," jelasnya.
"Hari ini perjuangan kedaulatan kita adalah bagaimana kita bisa menjaga terus menerus perekonomian Indonesia di dalam tekanan dari gejolak global sehingga apa yang disebut sebagai kedaulatan yaitu kemandirian ekonomi Indonesia, ketahanan ekonomi Indonesia bisa terus menerus kita perkuat. Ini adalah PR kita bagaimana keuangan negara bisa," tandasnya.

JK Ungkap Alasan Indonesia Tak jadi Jalankan Redenominasi

PT Bestprofit Futures - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan alasan tidak terealisasinya rencana redenominasi rupiah atau menghilangkan angka nol di mata uang Indonesia. Menurutnya, ada hal penting yang dinilai darurat ketika kebijakan itu digaungkan sehingga harus mengesampingkan rencana tersebut.
"Memang rencananya dulu mengubah rupiah pada zaman Pak Darmin masih Gubernur BI. Tapi dianggap karena itu tidak urgent dibanding masalah waktu itu. Jadi direm dulu," ungkap JK dalam acara dialog bersama 100 ekonom, di Jakarta, Kamis (17/10/2019).
Pada saat Darmin Nasution menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2010 - 2013, diketahui memang rencana tersebut sempat diusulkan kembali namun batal. Sehingga, rencana memangkas Rp 1.000 jadi Rp 1 tidak juga kunjung dilakukan.
Padahal wacana tersebut dianggap beberapa ekonom yang hadir sebagai cara efektif untuk menaikkan nilai rupiah terhadap dolar. Namun, JK mengatakan bahwa nilai rupiah terhadap dolar masih jauh lebih baik dibandingkan negara-negara seperti Venezuela, Brasil, Turki dan lain-lain.
"Rupiah kita bukan yang terburuk di dunia. Itu ada Venezuela, Brasil, Turki, kemudian Afrika Selatan. Jadi tidak benar kalau rupiah kita buruk," tegas JK.

AirAsia Rombak Manajemen, Dendy Kurniawan dari Dirut Jadi Komisaris Utama

Posted: 29 Oct 2019 06:59 PM PDT

PT Bestprofit Futures - Jakarta - PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) melakukan perombakan dewan komisaris dan dewan direksi. Dalam perombakan ini, jumlah komisaris bertambah dan jabatan direktur utama mengalami pergantian.
Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (29/10/2019), AirAsia Indonesia menambah dua komisaris dari sebelumnya hanya berjumlah 3 orang menjadi lima orang. 
Tambahan dua komisaris tersebut adalah Dendy Kurniawan dan Tharumalingam Kanagaling. Dendy Kurniawan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama.
Untuk mengisi jabatan Direktur Utama yang ditinggal Dendy, AirAsia Indonesia mengangkat Veranita Yosephin.
Lengkapnya, berikut ini perubahan susunan komisaris dan direksi AirAsia Indonesia:
Sebelumnya:
Komisaris Utama : Pin Haris
Komisaris : Kamarudin Bin Meranun
Komisaris : Muhamad Kerry Adrianto
Direktur Utama : Dendy Kurniawan
Direktur : Wuri Septiawan
Direktur : Heru Susilo
Direktur : Raden Achmad Sadikin
Direktur : Rifal
Setelah Perubahan:
Komisaris Utama : Dendy Kurniawan
Komisaris : Pin Haris
Komisaris : Kamarudin Bin Meranun
Komisaris : Muhamad Kerry Adrianto
Komisaris : Tharumalingam Kanagaling
Direktur Utama : Veranita Yosephin
Direktur : Wuri Septiawan
Direktur : Heru Susilo
Direktur : Raden Achmad Sadikin.

AirAsia Indonesia Catat Untung Rp 11 Miliar hingga Juni 2019

PT Bestprofit Futures - PT AirAsia Indonesia Tbk mencatatkan keuntungan pada kuartal II 2019. Pencapaian ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan kerugian.
Pada kuartal II tahun ini terjadi perbaikan hasil yang signifikan dimana perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 11 miliar jika dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 203 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan juga membukukan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 80 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu rugi sebesar Rp 194 miliar. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan permintaan, meningkatnya efisiensi biaya dan kenaikan harga rata-rata tiket pada musim libur sekolah dan lebaran.
Pendapatan Perseroan pada kuartal II 2019 naik 67 persen menjadi Rp 1,66 triliun dari Rp 993 miliar pada periode yang sama tahun 2018. Pendapatan dari hasil penjualan tiket pesawat meningkat 80 persen menjadi Rp 1,39 triliun.
Pencapaian ini didorong oleh peningkatan jumlah penumpang sebesar 58 persen menjadi 1,82 juta dan peningkatan harga rata-rata tiket sebesar 14 persen.
Peningkatan ini berkontribusi terhadap pertumbuhan revenue per available seat kilometre (RASK) sebesar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal ini Perseroan juga meluncurkan pusat operasi (hub) ke-5 di Lombok dan melayani rute baru Lombok-Perth dan Lombok-Kuala Lumpur. 
"Hasil kuartal kedua ini sangat menggembirakan, dan momentum positif ini akan terus kami jaga untuk memastikan tahun ini akan menjadi tahun yang menguntungkan. Peluncuran rute baru dari hub terbaru kami di Lombok mendapatkan sambutan yang baik dari pelanggan kami, terlihat dari tingkat keterisian yang sangat baik. Kami juga berkomitmen untuk menambah rute domestik dan internasional baru yang potensial," ucap Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk, Dendy Kurniawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT BESTPROFIT FUTURES | ONE PACIFIC PLACE